Rakyat Merdeka Online

Share |
Gile, Negara Nyaris Rugi Rp 10 Miliar
Senin, 30 Januari 2012 , 08:40:00 WIB

ILUSTRASI, POMPA AIR KAMPUNG BAN­DAN
  

RMOL. Temuan indikasi pemalsuan pompa air untuk pembangunan pom­pa polder di Kampung Ban­dan, Jakarta Utara ini, awalnya diungkap LSM Pemerhati Pem­bangunan dan Tata Ruang Na­sional (P2TRN).

Menurut Koordinator P2TRN S Tumpal, dalam kasus ini diduga adanya praktik penipuan dan korupsi keuangan negara mini­mal Rp 9,4 miliar. Pihaknya pun melaporkan kasus ini ke Ba­res­krim Mabes Polri, Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kini kasusnya sedang dalam tahap penyidikan.

Pihak Mabes Polri menje­las­kan, sejauh ini sudah lebih dari 10 orang diperiksa, baik dari pi­hak DPU Provinsi DKI Jakarta, kon­sultan pengawas dan pelak­sa­na proyek PT PT Ruhaak Phala Industri (RPI).

Pihaknya, ujar Tumpal, men­desak Bareskrim Mabes Polri segera menangkap aktor utama pelaku pemalsuan pompa banjir yang amat vital fungsinya dalam menangani permasalahan banjir di ibukota ini.

“Jangan sampai uang puluhan miliar yang dibelanjakan peme­rintah DKI tidak menghasilkan apa-apa. Bahkan sangat meru­gi­kan kepentingan rakyat Jakarta,” cetus Tumpal.

Pompa polder Kampung Ban­dan diduga kuat telah dipalsukan. Pom­pa polder Kampung Bandan yang dilelangkan oleh DPU DKI Jakarta, sebenarnya telah dime­nangkan PT RPI. Dalam penawa­rannya, PT RPI menawarkan Pompa Submer­sible merek WILO asal Jerman, dengan harga Rp 3,160 miliar per unit, sejum­lah tiga unit.

Kontrak yang didapatkan PT RPI untuk proyek Polder Kam­pung Bandan itu bernilai Rp 23.330.521.000, dengan No­mor Kontrak 6435/17932 ter­tanggal 12 Agustus 2010. Kon­trak ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT RPI Toni Tampi dan oleh pihak DPU DKI Jakarta.

Dalam pelaksanaan proyek tersebut, ternyata PT RPI meng­ganti pompa yang dipasang di lokasi proyek dengan produk Korea Selatan merek JMI (Jum­bo Machinery Industry), bukan pompa merek WILO asal Jer­man.

Dalam dokumen lelang ter­se­but, ditetapkan Starting Metho­de yang diminta adalah Variable Frequency Drive (VFD). Tetapi pa­nitia lelang tetap memenang­kan PT RPI, yang mengajukan Star­ting Method Soft Starter.

Padahal, ada perbedaan harga tinggi antara Starting Method VFD dengan Starting Method Soft Starter. Penyim­pangan lainnya, adalah pengu­rangan ketebalan pipa yang harus­nya 16 mm ter­nyata hanya 12 mm.

Selain pemalsuan pompa, jelas Tum­pal, sistem menghidupkan pompa banjir tersebut ternyata juga diganti oleh PT RPI. Mes­tinya, yang diminta adalah sis­tem inverter, namun yang di­pasang hanya sistem biasa yang boros listrik. “Negara dirugikan lagi, minimal Rp 300 juta,” ujar Tumpal. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Gile, Negara Nyaris Rugi Rp 10 Miliar
Kontraktor Nakal Dilarang Main Proyek Di Jakarta
Malu-maluin, Masak Jalan Berlubang Capai 1.000 Titik
Bubarkan, Ormas Yang Suka Bentrok
Prijanto: Sudah Tak Kondusif Kenapa Saya Harus Bertahan?

Komentar (9)

Nama :
Judul :
Komentar :
  1. Gantung Aja Para Penjilat itu.
    21.03.2012, 14:36 WIB
    Komentator: Andry Yansen
    POLRI harus tegas dalam menangani kasus ini. Jangan samapi ada kong kali kong. Basmi para perusak dan pencuri uang negara itu. KPK juga harus turun menindak lanjuti ini. Agar diusut mengenai pemenangan PT. RPI dalam pelelangan. Pasti ada konspirasi kejahatan dalam tender ini. Ujung-ujungnya rakyat yang menderita. Kita tunggu hasilnya.
  2. ganti yang baru
    19.02.2012, 14:56 WIB
    Komentator: deeee maaa
    apa tidak ada berita lain masak berita tg.30 jan 2012masih di muat
  3. cugito
    16.02.2012, 19:15 WIB
    Komentator: Markuwat
    mercy bmw diganti hyndai.....
    cape deh....
  4. Cemplungiin......!!
    03.02.2012, 02:40 WIB
    Komentator: Bank Kopral
    Bila harga, harga barang Jerman dikonversi ke barang Korea, itu mah jelas2 maleeng atuh !! Bila terbukti, wajar bila Birokrat dan Kontraktornya dicemplungin aje ke kali banjir, biar ngerasain mengap2nya kayak penduduk yang selalu kebanjiran tuh !!.
  5. Wah wah wah
    01.02.2012, 11:50 WIB
    Komentator: Andi
    Wah gile juga tuh.. Makanya jangan yang asal2 an milih nya.. Mending agak mahalan tapi terjamin..

    hxxp://www.pabrikt asmurah.co.id
  6. cugito
    31.01.2012, 12:06 WIB
    Komentator: Markuwat
    waduh klo gitu pompa yg pertama kali dipasangnya didaerah kalimalang... jangan2... jangan2 juga dong.......

    itu kan paket pompa banjir utk seluruh indonesia... yg pemasangan pertamanya di kalimalang.......
  7. Cari yang bagus mutunya
    30.01.2012, 15:02 WIB
    Komentator: Dasep
    Jangan cari yang asal murah saja, tetapi mutunya tidak terjamin. Mahal dikit asalkan mutunya lebih bagus. Sehingga berguna kepada rakyat
  8. K POP
    30.01.2012, 13:54 WIB
    Komentator: hancur
    maklum saja sedang ada tren korea, jadi harus ngikut tren dong
  9. K POP
    30.01.2012, 13:54 WIB
    Komentator: hancur
    maklum saja sedang ada tren korea, jadi harus ngikut tren dong

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan


 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya be­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...